Lompat ke konten

HIDUP MATI. MATI HIDUP

  • oleh

Mampus aku mampus Barangkali memang tak ada lagi halaman buku sehabis kata tidak Sebab yang kau mau hanya anggukan kepala Tapi berlagak melempar dadu seolah ‘kupunya peluru ‘tuk kutembakkan di pangkal ubunmu Mampus aku mampus… HIDUP MATI. MATI HIDUP

Ripuk

  • oleh

barangkali kaca mataku perlu diganti sebab salam yang kaurangkai melalui mawar melati yang kaurengkuh manis dalam buket anggun merah muda menjelma bagai sepucuk pistol berpeluru tiga dalam koper kecil dengan pelatuknya yang mengarah ke jantungku… Ripuk

Biru di Ujung Bibirku

  • oleh

aku terlahir di tanah dingin itu tempat di mana gadis-gadis muda dijual seharga cincin kawin diberi gaun malam yang indah-indah dan seperangkat alat kebersihan aku terlahir di tanah dingin itu tempat di mana orang-orang itu… Biru di Ujung Bibirku

Kalau

kalau bulan bisa ngomong panggil bintang-bintang bolong kalau bulan bisa ngomong jangan sampai remmu blong kalau bulan bisa ngomong senyum sedikit dong kalau bulan bisa ngomong aku tau kamu bohong karya Nadhira Arrumaisha

MASA MUDA

kamar kos yang selalu tertutu.! karya Nadhira Arrumaisha

yang fana adalah kamu

  • oleh

aku tak pernah membenci langit karena gemuruhnya aku tak pernah membenci laut karena gelombangnya aku pun tak pernah membenci angin karena gemersiknya aku hanya tau  mencintai langit dengan kabutnya mencintai laut dengan ombaknya dan mencintai… yang fana adalah kamu

Hompimpa Alaihum Gambreng

Renjana menari di balik nayanika, tatapanmu dikara, namun penuh nestapa.  Aku tenggelam dalam samudra mata,  di sana lara berbisik tanpa suara. Datang dikau, tanpa mantra, tanpa tanda, seperti bayu menyusup di sela sukma. Martyapada membangun… Hompimpa Alaihum Gambreng

Timun

Aku adalah timun yang meratapi nasibnya di tepi piring warung penyetan. Memandangi ayam-ayam yang selalu menjadi bintang utama, kadang tidak dimakan lalu dibuang. Aku hanyalah timun yang tak pernah tahu dimana aku berdiri. Kehilangan identitasnya,… Timun