Lompat ke konten

Kucing!

Jono memicingkan mata saat kakinya melangkah melewati gerbang besi yang menjulang dan berkarat. Sinar matahari Cipinang di sore hari terasa seperti tamparan panas di wajahnya, menusuk kulit setelah lima tahun hanya akrab dengan pendar lampu… Kucing!

Tentang Hawa

Pikirku mengembara Mendalami setiap inci goresan senja Menikmati kasih tulus yang bermuara Dari sukma sang pengabdi madrasah pertama Untukmu, sang pembawa surga…. Tetaplah tersua selalu  Kalas pola sabit di bibir manismu Menyimpannya di radar ufuk… Tentang Hawa

Mengeja Makna Nestapa

Kuterawang sebuah kenangan using Bersama kalas bayangan seseorang Yang tiba-tiba menyusup tanpa berucap datang dan lenyap begitu saja seakan ditelan petang Kericuhan angin bermain melodi seolah mengeja sebuah pesan Untuk menakwilkan hikmah dalam setiap kejadian… Mengeja Makna Nestapa

SEBILAH EMPAT WAJAH

Aku menulis ini sebagai anak perempuan— Yang diajar menata piring sebelum sempat menyusun mimpi. Yang hadir ke dunia dalam tubuh tuntutan bahwa harus cekatan mendongeng sebelum bisa berkata. Yang tumbuh di antara dinginnya pistol dan… SEBILAH EMPAT WAJAH

Tikaman Sunyi

Bagai embun menyejuk dikala pagi Bak lentera menjuang bersinar dengan terang Ku sapa indah wahai kau mentari Bersama dengan dersik anila yang berlalu-lalang Tentang malam-malam sepi yang kulewati Aku berterima kasih kepada sang sanubari Karena… Tikaman Sunyi

Stasiun Kecil Bagian Utara

  • oleh

aku melihat orang berjalan tergesa-gesa, meninggalkan jejak pada lantai sepi itu. namun aku melangkah pelan, enggan lalu, langkahku terhenti di ujung peron. tas punggung, berat oleh harapan dan doa. mata menatap rel yang tak pernah… Stasiun Kecil Bagian Utara

Karang

  • oleh

Meraung sang laksamana Bagai menilik kaum ternama Tentu tidak lebih hebat dari seonggok keledai Jika pasir berwarna hijau Sudah pasti terhardik biru ombak Pun pasir hitam begitu melindungi barisannya Mungkin teritorial tak berkata Lain jelata… Karang

Lagi-lagi

Waktu tak lagi berjalan, ia menari, menumpahkan rasa asing ke dalam cangkirku Langkahmu menggetarkan lantai yang sunyi dan hatiku jatuh tanpa kau tahu Kau bukan cahaya, tapi semacam nyala, yang tak menyilaukan, tapi membuatku ingin… Lagi-lagi

Di Ujung Senyap

Di langit itu aku menyimpan namamu, di antara gugur daun dan desir waktu. Aku memeluk bayangmu yang bisu, seperti menggenggam angin yang penuh luka Senyap menjadi teman setia, saat rinduku menua di dada Tak ada… Di Ujung Senyap