{"id":249,"date":"2026-05-15T01:55:08","date_gmt":"2026-05-15T01:55:08","guid":{"rendered":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/?p=249"},"modified":"2026-06-30T15:42:02","modified_gmt":"2026-06-30T15:42:02","slug":"menghidupkan-kembali-semangat-riset-dan-diskusi-cerita-di-balik-first-gatheringbiro-kurasi-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/2026\/05\/15\/menghidupkan-kembali-semangat-riset-dan-diskusi-cerita-di-balik-first-gatheringbiro-kurasi-2026\/","title":{"rendered":"Menghidupkan Kembali Semangat Riset dan Diskusi: Cerita di Balik First Gathering Biro Kurasi 2026"},"content":{"rendered":"\n<p>Empat pekan lalu, pada Jumat, 3 April 2026 di Youneedmee, Bulusan, Biro Kurasi telah menggelar pertemuan perdana atau <em>First Gathering<\/em> dengan para fungsionaris tahun 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah fungsionaris yang meliputi Badan Pengurus Harian (BPH), <em>Steering Committee<\/em>, hingga para anggota Biro Kurasi yang berasal dari berbagai divisi, seperti divisi Redaksi, Riset, Humas, dan Publikasi. Tidak hanya itu, beberapa fungsionaris dari Departemen Jiran KMSI juga turut hadir dalam acara ini. Departemen Jiran adalah departemen yang memelopori terbentuknya biro ini. Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan disambut oleh Hannum dan Clarissa selaku MC yang memandu berjalannya acara. Acara dimulai dengan pembukaan berupa sambutan-sambutan lalu perkenalan antar divisi, hingga kepada inti acara yaitu pemaparan tugas-tugas pokok yang akan diemban oleh setiap divisi Biro Kurasi untuk satu tahun periode kepengurusan. Acara berjalan dengan lancar dan kondusif diselingi dengan <em>games<\/em> dan obrolan ringan untuk bertukar pikiran dengan sesama anggota dari divisi masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Natijatun, selaku ketua Biro Kurasi 2026 dalam wawancara menyatakan komitmennya untuk mengajak lebih banyak mahasiswa Sastra Indonesia untuk lebih aktif berkarya maupun berdiskusi dalam lingkup Biro Kurasi agar kualitas riset dalam prodi maupun fakultas dapat terus meningkat. Ia ingin setiap mahasiswa dapat memanfaatkan potensi masing-masing khususnya dalam membaca dan menulis untuk membuat suatu karya dan menyalurkannya lewat Biro Kurasi ini. Ia juga berharap lewat acara <em>First Gathering<\/em> kemarin, para fungsionaris Biro Kurasi dapat lebih akrab dan solid sehingga dapat lebih memaksimalkan performanya dalam mencapai setiap tujuan dari biro.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya itu, Arrayyan, ketua KMSI 2026 yang juga turut hadir dalam acara tersebut menyatakan kegembiraannya dalam menyambut para wajah baru yang sudah bersedia bergabung dalam keluarga besar Biro Kurasi 2026. Menurutnya, Biro Kurasi memegang peranan penting untuk menghidupkan kembali iklim riset dan diskusi di Sastra Indonesia yang sempat meredup belakangan ini. Biro Kurasi ini juga sebagai upaya untuk memaksimalkan kerja dari dua biro sebelumnya yaitu Kumis dan Warisan agar setiap tujuan dari biro dapat tercapai dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Biro Kurasi pada tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu terutama terkait distribusi kerja setiap divisinya. Setelah sebelumnya divisi Redaksi juga memegang program kerja riset, namun di tahun ini Biro Kurasi melakukan evaluasi dengan membentuk divisi Riset tersendiri. Adanya evaluasi pembaruan yang memisahkan divisi Redaksi dengan divisi Riset ini ditujukan untuk meminimalisir terjadinya tumpang tindih antar program kerja. Dengan begitu harapannya agar setiap program kerja Biro Kurasi dapat terlaksana dengan terfokus sehingga hasilnya maksimal. Biro Kurasi 2026 seperti tahun sebelumnya kembali menghadirkan berbagai program kerja ikoniknya yang memang ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas keilmuan khususnya dalam bidang budaya. Program-program kerja tersebut meliputi Frasa (Forum Riset Sastra Indonesia), Fordisa (Forum Diskusi SastraIndonesia), Reportase, <em>Open Submission<\/em> Karya, dan masih banyak lagi yang semuanya ditujukan untuk mewadahi mahasiswa Sastra Indonesia untuk menyalurkan ide-ide dan karya-karya hebat mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Menapaki tujuan berdirinya yang bergerak dalam bidang penelitian dan diskusi, Biro Kurasi berperan sebagai wadah untuk menampung ide-ide cemerlang mahasiswa Sastra Indonesia mengenai berbagai isu di sekitarnya. Dalam kehadirannya, Kurasi diharapkan dapat meningkatkan prestasi setiap mahasiswa dengan sumbangan karya-karya mereka baik dalambentuk fiksi maupun ilmiah. Dengan adanya Biro Kurasi ini, diharapkan akan ada semakin banyak mahasiswa Sastra Indonesia yang termotivasi untuk belajar dan berkarya terutama dalam ranah kebudayaan dan humaniora yang relevan dengan prodi dan fakultas. Karya-karya mereka nantinya akan dirawat dengan baik oleh Biro Kurasi sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kualitas dan berdampak pada kemajuan prodi. Akhir kata,sebagai ruang aktif yang mengelola gagasan-gagasan mahasiswa, Biro Kurasi diharapkan dapat terus menggencarkan misi-misinya agar tercipta lingkungan riset dan diskusi yang maju, terawat, dan berdaya saing.<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter: Key, Hannum, dan Alya <\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Sabrina Keyza Allodya Ahmad <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Empat pekan lalu, pada Jumat, 3 April 2026 di Youneedmee, Bulusan, Biro Kurasi telah menggelar pertemuan perdana atau First Gathering dengan para fungsionaris tahun 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah fungsionaris yang meliputi Badan Pengurus Harian (BPH), Steering Committee, hingga para anggota Biro Kurasi yang berasal dari berbagai divisi, seperti divisi Redaksi, Riset, Humas, dan&hellip;&nbsp;<a href=\"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/2026\/05\/15\/menghidupkan-kembali-semangat-riset-dan-diskusi-cerita-di-balik-first-gatheringbiro-kurasi-2026\/\" rel=\"bookmark\"><span class=\"screen-reader-text\">Menghidupkan Kembali Semangat Riset dan Diskusi: Cerita di Balik First Gathering Biro Kurasi 2026<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-249","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=249"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/249\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":281,"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/249\/revisions\/281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmsi.fib.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}