Lompat ke konten

Tikaman Sunyi

Bagai embun menyejuk dikala pagi Bak lentera menjuang bersinar dengan terang Ku sapa indah wahai kau mentari Bersama dengan dersik anila yang berlalu-lalang Tentang malam-malam sepi yang kulewati Aku berterima kasih kepada sang sanubari Karena… Tikaman Sunyi

Stasiun Kecil Bagian Utara

  • oleh

aku melihat orang berjalan tergesa-gesa, meninggalkan jejak pada lantai sepi itu. namun aku melangkah pelan, enggan lalu, langkahku terhenti di ujung peron. tas punggung, berat oleh harapan dan doa. mata menatap rel yang tak pernah… Stasiun Kecil Bagian Utara

Karang

  • oleh

Meraung sang laksamana Bagai menilik kaum ternama Tentu tidak lebih hebat dari seonggok keledai Jika pasir berwarna hijau Sudah pasti terhardik biru ombak Pun pasir hitam begitu melindungi barisannya Mungkin teritorial tak berkata Lain jelata… Karang

Lagi-lagi

Waktu tak lagi berjalan, ia menari, menumpahkan rasa asing ke dalam cangkirku Langkahmu menggetarkan lantai yang sunyi dan hatiku jatuh tanpa kau tahu Kau bukan cahaya, tapi semacam nyala, yang tak menyilaukan, tapi membuatku ingin… Lagi-lagi

Di Ujung Senyap

Di langit itu aku menyimpan namamu, di antara gugur daun dan desir waktu. Aku memeluk bayangmu yang bisu, seperti menggenggam angin yang penuh luka Senyap menjadi teman setia, saat rinduku menua di dada Tak ada… Di Ujung Senyap

HIDUP MATI. MATI HIDUP

  • oleh

Mampus aku mampus Barangkali memang tak ada lagi halaman buku sehabis kata tidak Sebab yang kau mau hanya anggukan kepala Tapi berlagak melempar dadu seolah ‘kupunya peluru ‘tuk kutembakkan di pangkal ubunmu Mampus aku mampus… HIDUP MATI. MATI HIDUP

Ripuk

  • oleh

barangkali kaca mataku perlu diganti sebab salam yang kaurangkai melalui mawar melati yang kaurengkuh manis dalam buket anggun merah muda menjelma bagai sepucuk pistol berpeluru tiga dalam koper kecil dengan pelatuknya yang mengarah ke jantungku… Ripuk

Biru di Ujung Bibirku

  • oleh

aku terlahir di tanah dingin itu tempat di mana gadis-gadis muda dijual seharga cincin kawin diberi gaun malam yang indah-indah dan seperangkat alat kebersihan aku terlahir di tanah dingin itu tempat di mana orang-orang itu… Biru di Ujung Bibirku

Kalau

kalau bulan bisa ngomong panggil bintang-bintang bolong kalau bulan bisa ngomong jangan sampai remmu blong kalau bulan bisa ngomong senyum sedikit dong kalau bulan bisa ngomong aku tau kamu bohong karya Nadhira Arrumaisha